hubungi kami

Artikel

Tetap update berita di sekitar anda

Menyimpan Tabung Oksigen di Rumah Harus Perhatikan Hal Ini

Kamis, 14 Mei 2020

Menyimpan Tabung Oksigen di Rumah Harus Perhatikan Hal Ini


Kondisi kesehatan tertentu bisa menyebabkan seseorang memerlukan bantuan tabung oksigen untuk bernapas. Penting memerhatikan pemakaian dan penyimpanan alat ini dengan tepat, agar fungsinya tetap optimal.

Kelebihan yang dimiliki oleh tabung oksigen adalah lebih praktis daripada konsentrator oksigen yang berupa mesin. Penyimpanan oksigen dalam bentuk tabung bisa juga dibawa ke rumah pasien yang membutuhkan. Bahkan tabung yang lebih kecil bisa dibawa saat pasien yang membutuhkan bantuan terpaksa harus bepergian.

Siapa Saja yang Membutuhkan Tabung Oksigen?

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang mendapatkan asupan oksigen langsung dari wadah khusus, seperti tabung oksigen. Salah satu contohnya adalah hipoksia, yaitu kondisi yang mana kadar oksigen dalam darah begitu rendah. Kondisi ini sendiri bisa ditandai dengan sesak napas dan kelelahan, terutama sesudah berjalan atau batuk, dapat disertai dengan keringat dingin. Gejala lain yang menandai seseorang mengalami hipoksia adalah permukaan kulit yang tampak kebiruan, paling mudah dikenali pada area bibir dan ujung-ujung jari.

Keberadaan tabung oksigen yang mudah diakses tentu akan sangat membantu untuk mencegah dan mengatasi hipoksia. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda menjadikan tabung oksigen sebagai salah satu alat pertolongan pertama untuk menghadapi kondisi darurat di rumah, setidaknya untuk jangka pendek, bila ada anggota keluarga yang mengalami kondisi medis tertentu.

Kondisi medis yang memerlukan tersedianya tabung oksigen di rumah antara lain:

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Apnea tidur (sleep apnea)
  • Asma
  • Gagal jantung
  • Fibrosis kistik

Pemakaian tabung oksigen sendiri harus mendapat petunjuk dan evaluasi dari tenaga medis yang kompeten agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diingat bahwa pemakaian tabung oksigen di rumah bukan untuk pertolongan jangka panjang.

Selain jangka waktu pemberian, perlu diperhatikan petunjuk pemberian dosis yang tepat. Misalnya, pada pertolongan penyakit jantung atau paru-paru, jika sudah mencapai kadar oksigen dalam darah yang normal, maka disarankan untuk menghentikan pemakaian tabung oksigen.

Keamanan dan Keselamatan Memakai Tabung Oksigen

Meski keberadaan tabung oksigen di rumah bisa menyelamatkan jiwa, namun bukan berarti tanpa risiko. Salah satu risiko yang sering menjadi perhatian adalah potensi terjadinya kebakaran. Perhatian akan keselamatan pemakaian tabung oksigen masih sering diabaikan oleh sebagian besar penggunanya.

Agar keberadaan alat ini tidak menyebabkan hal-hal yang merugikan, maka beberapa hal di bawah ini harus dilakukan jika Anda ingin menyimpan tabung oksigen di rumah.

  • Perhatikan jarak penempatan tabung oksigen dari tempat-tempat yang mengeluarkan api. Jarak aman untuk menempatkan tabung oksigen dari sumber api adalah 1,5-3 meter.
  • Untuk menghindari terjadinya kebakaran, usahakan tidak memakai alat-alat listrik yang berpotensi memercikkan api saat memakai tabung oksigen.
  • Jauhkan cairan yang mudah terbakar dari tabung oksigen. Bahkan losion mengandung alkohol, sebaiknya tidak dioleskan pada pasien saat sedang menghirup tabung oksigen.
  • Jangan membersihkan tabung oksigen dengan cairan yang mudah terbakar. Menggunakan air lebih aman untuk membersihkannya.
  • Pastikan semua orang mengetahui aturan untuk tidak menyalakan api, misalnya merokok, di tempat Anda menyimpan tabung oksigen. Menempelkan tanda dilarang merokok di tempat tabung oksigen berada merupakan salah satu cara efektif memberi tahu semua orang.
  • Usahakan tabung oksigen tidak tergeletak begitu saja agar alat ini tidak terlontar saat terjadi kebocoran.
  • Jangan mencoba memperbaiki sendiri kerusakan pada tabung oksigen. Lebih aman jika Anda memanggil teknisi dari perusahaan tempat Anda membeli tabung oksigen.
  • Pastikan detektor asap di rumah bekerja dengan benar. Anda juga harus melengkapi rumah dengan alat pemadam kebakaran.
  • Jika aliran listrik mengalami kerusakan, pastikan petugas yang memperbaikinya mengetahui bahwa Anda memiliki tabung oksigen.

Kapan Dibutuhkan Bantuan Penggunaan Tabung Oksigen?

Saat hendak memakai tabung oksigen, Anda harus memastikan bahwa koneksi antara selang dan tabung tidak mengalami kebocoran. Setelah itu, Anda juga harus memastikan bahwa oksigen memang mengalir alias tabung oksigen berfungsi.

Segera hubungi dokter atau ahli medis jika setelah penggunaan tabung oksigen, Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Bibir dan kuku menjadi biru.
  • Kepala terasa sakit.
  • Merasa mengantuk, gelisah, atau kebingungan.
  • Pernapasan menjadi lambat, pendek, susah, dan tidak teratur.

Jika tabung oksigen digunakan untuk anak-anak, segera hubungi dokter apabila setelah memakai tabung oksigen, anak mengalami:

  • Sesak napas
  • Bernapas menjadi lebih cepat dari biasanya.
  • Saat bernapas, cuping hidung tampak melebar.
  • Selalu menarik dada tiap kali menghela bernapas.
  • Terdengar bunyi tambahan saat bernapas, menyerupai dengkuran, atau mengi.
  • Hilang nafsu makan.
  • Bibir, gusi, atau kelopak mata tampak gelap atau kebiruan.
  • Menjadi mudah marah.
  • Susah tidur, atau justru mengalami penurunan kesadaran.
  • Tubuhnya terlihat lemas.

Memiliki tabung oksigen di rumah, bukan berarti Anda tidak membutuhkan bantuan tenaga medis. Segera hubungi tenaga medis terdekat, terutama saat tabung mengalami masalah atau kondisi kesehatan pasien yang memakainya tidak membaik. Pastikan Anda selalu mengontrol kondisi kesehatan pada dokter, untuk mengevaluasi keberhasilan penanganan menggunakan tabung oksigen di rumah.


Bagikan berita ini

08113387053

0341 - 492294

 

info@sinarmed.com